Dan dari uang tersebut yang masuk ke virtual account di setiap SPPG, 70 persennya digunakan untuk membeli bahan baku
Kota Padang (KABARIN) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan telah membangun lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dalam kurun waktu satu tahun empat bulan guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Hanya dalam kurun waktu satu tahun empat bulan kita berhasil mendirikan 27 ribu SPPG yang tersebar dari Sabang sampai Merauke," kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu.
Ia menjelaskan, dengan jumlah tersebut BGN kini memiliki 27 ribu kepala SPPG, 27 ribu tenaga ahli gizi, 27 ribu akuntan, serta sekitar 1,1 juta relawan yang terlibat dalam menyukseskan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Di Provinsi Sumatera Barat, BGN mencatat terdapat 404 SPPG, dengan 70 unit berada di Kota Padang. Dari jumlah tersebut, diperkirakan perputaran dana mencapai Rp400 miliar untuk memenuhi kebutuhan program MBG di wilayah tersebut.
"Dan dari uang tersebut yang masuk ke virtual account di setiap SPPG, 70 persennya digunakan untuk membeli bahan baku," kata Dadan.
Menurutnya, program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan unggul, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menyebut sekitar 95 persen bahan baku program MBG berasal dari sektor pertanian, sehingga kebijakan ini turut memberikan manfaat langsung bagi petani, peternak, nelayan, dan sektor terkait lainnya. Selain itu, sekitar 20 persen anggaran dialokasikan untuk biaya operasional, termasuk pembayaran insentif relawan yang berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,5 juta.
Berdasarkan laporan dari sejumlah daerah, Dadan mengatakan program MBG juga berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta berdampak positif terhadap rasio ketimpangan (gini ratio).
"Saya mendapat laporan masyarakat juga bersemangat untuk bertani, menanam, memelihara ternak, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan di Padang dan Sumatera Barat juga demikian," kata Kepala BGN Dadan Hindayana.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026